Sambat tentang Deklarasi Kemenangan dan Teori Konspirasi
Mungkin topik ini nanti akan dicap mendukung salah satu calon. Tapi nggak apa-apa toh labeling memang selalu muncul untuk mengidentifikasi orang secara simple dan cepat. Karena labeling jadi cara cepat untuk mengenal orang tanpa perlu konfirmasi yang akan memakan banyak waktu. Kembali ke topik yang ingin saya bahas, ini tentang deklarasi kemenangan yang disertai juga teori konspirasi dari salah satu calon presiden yaitu Prabowo.
Cerita tentang teori konspirasi memang bukan masalah baru-baru ini di pilpres tahun ini. Sebelum pemilu kedua kubu sudah mulai membuatnya. Sebenarnya ngga masalah dengan membangun cerita konspirasi yang menyerang kubu seberang, tapi perlu diingat masyarakat Indonesia lagi-lagi belum siap menerimanya. Terlalu naif juga kalau kedua kubu tidak mengerti masalah ini. Atau mungkin menggangap masyarakat akan belajar dengan sendirinya dengan perilaku mereka. Tidak semudah itu Ferguso.
Pertama dan yang paling utama adalah karena Indonesia itu luas banget. Luasnya kalo kata Wikipedia 1.910.931 kilometer persegi dan 4,85% perairan. Dimana itu jadi gambaran beragamnya kondisi alam Indonesia. Kalau ngomongin kondisi alam pasti langsung mengarah ke akses yang nggak merata antar daerah. Ini jadi alasan kuat bahwa masyarakat Indonesia nggak semuanya punya standarisasi pendidikan secara seragam.
Melontarkan teori konspirasi tentang lawan politik akan jadi semacam api kecil di samping kayu kering. Semakin emosional lagi dengan menyentuh ranah-ranah privat. Sehingga dalam menanggapi teori konspirasi dari jagoannya kayak pembenaran dari sikap ketidaksukaan ke kubu lawan. Apapun pembahasan tentang kedua kubu akan mengarah kepada teori konspirasi.
Sepertinya sulit mengatakan ini akan selesai kalau kedua calon masih tidak gentle untuk saling menghormati tanpa tanda kutip. Iya menghormati satu sama lain dengan kepentingan kedepan yang rasanya menurut saya masih panjang perjalanan Indonesia ini. Ketakutan 2030 Indonesia akan bubar yang sempat dikatakan Prabowo mungkin akan jadi kenyataan kalau masih larut ke masalah yang dibuat kubunya.
Tanpa mengecilkan salah satu kubu, tapi opini yang dibentuk oleh kubu Prabowo tentang kecurangan yang dilakukan oleh semua yang tidak sejalan dengan dia menurut saya jadi semacam pembenaran ucapannya terkait Indonesia 2030 bubar akan terjadi. Kenapa tidak ada itikad baik dari Prabowo dengan membandingkan hasil timnya yang terbuka untuk publik kalau memang ada kecurigaan kecurangan. Itu akan lebih mendinginkan suasana.
Menuduh memang mudah, membuat cerita teori konspirasi juga mudah. Tapi apakah menghilangkan efeknya mudah? Yang perlu kita ingat adalah bahwa hancurnya kejayaan kerajaan top di Indonesia pada zaman dahulu adalah karena konflik dari dalam. Saya harap kita sebagai masyarakat Indonesia harus mulai menyadari bahwa perubahan tidak bisa dengan instan terwujud. Perjalanan masih panjang untuk membuat negeri yang kita cintai ini meraih kejayaan yang kita impikan. Perubahan dari dalam diri juga nggak kalah penting. Kita harus kembali sebagai kita bukan kami. Dengan gotong royong dan nilai leluhur yang selalu diajarkan di mata pelajaran Kewarganegaraan dulu impian kita akan terwujud.
Indonesia itu kita bukan kami.
Muantul
BalasHapus