Catatan Harian Baskara adalah Menari dengan Bayangan
Sudah mendengarkan Menari dengan Bayangan? Ya album pertama Hindia project solo Baskara yang baru November kemaren keluar. Baskara memang dikenal lebih dulu vokalis Feast, band yang mulai naik daun dikalangan anak muda sekarang. Sejujurnya saya juga baru dengar Feast setelah lagunya dijadikan backsound aksi dukungan KPK kemarin. Dan akhirnya saya mendengarkan beberapa lagunya seperti Berita Kehilangan, Tarian Penghancur Raya, Kami Belum Tentu dan sudah pasti Peradaban.
Setelah mendengar Feast, memang pantas kalo band ini jadi idola generasi sekarang. Isu yang dibawa memang berat seperti politik namun bisa dikemas dengan alunan musik keras penuh semangat. Selain itu memang isu politik beberapa tahun kebelakang mulai jadi obrolan generasi sekarang. Bukan hal aneh lagi anak muda berbicara politik sekarang ini.
Pengenalan dengan Baskara juga saya dapat dari video ngobam Gofar Hilman. Video itu juga menjelaskan pertanyaan saya yang mengira dulu Hindia adalah band. Disana Baskara juga menjelaskan tentang proses kreatif Feast dan Hindia. Cukup menarik sampai akhirnya saya mendengarkan Hindia yang waktu itu masih mengeluarkan single yang lumayan banyak.
Diawali dengan Belum Tidur berkolaborasi dengan Sal Priadi, penyanyi yang memang saat itu saya juga sedang sering dengar. Mendengar lagu itu seketika memang mulai menganggumi Baskara yang sangat baik mengonsep sebuah lagu dengan suara Baskara disisi kiri dan Sal di kanan. Konsepnya seperti sedang mengalami pergulatan obrolan diri yang sering bersaut-sautan.
Lalu beranjak ke lagu selanjutnya yaitu Membasuh bersama Rara Sekar. Selain karena penasaran dengan lagu Hindia yang lain, nama Rara Sekar jadi pemicu lain untuk saya dengarkan. Maklum kerinduan kepada suaranya jadi terobati setelah Banda Neira sudah tidak aktif lagi. Benar saja musik yang disugguhkan mengingatkan kembali ke Banda Neira dengan suara Rara yang khas.
Dua lagu tadi jadi pengenalan yang baik menurut saya menuju ke album pertama Hindia. Terlihat dua lagu tadi cukup mengangkat hal-hal yang sangat dekat dengan kejadian sekitar dan sangat pribadi. Ketika albumnya keluar dan mendengarkannya memang inilah catatan harian Baskara. Liriknya sangat personal dan keseharian. Kecemasan tentang impian, perjalanan cinta, kehidupan sosial media, dan tuntutan masa depan. Voice note orang sekitar Baskara pas memang jika dikata album ini catatan hariannya yang related sama banyak orang juga.
Kemasan musiknya memang terkesan campur aduk dan serampangan. Tapi menurut saya memang kekuatan albumnya adalah lirik dan konsep. Lirik yang dirasakan semua orang mau tidak mau jadi salah satu alasan orang suka terhadap sebuah lagu. Ditambah konsep yang personal menambah album ini laiknya curhatan masal sambil berdendang. Ya sekali lagi, musik memang tentang selera. Ada yang suka dan tidak. Ada yang menilai dari musik atau ada yang menilai dari lirik.
Apa lagu favoritmu di album Menari dengan Bayangan?
Komentar
Posting Komentar