Cerita tentang debat : Yang Menyerang, Yang Bertahan, dan Yang Irit

Pembahasan debat capres Kamis lalu memang masih ramai. Memang jalannya debat begituuuu sepi dan biasa tapi komen warganet menjadi obat kekecewaan penonton(saya). Terutama terkait irit berbicaranya Pak Ma'ruf Amin calon wakil presiden Pak Jokowi yang menjadikomen paling banyak di media streaming YouTube.

Warganet banyak yang mengaitkan dengan istilah afk untuk Pak Ma'ruf Amin. Istilah yang terkenal di permainan online untuk mengatakan tidak atau berhentinya kegiatan online karena tidak terlihat didalam obrolan online. Padahal lawan debatnya sangat interaktif dengan saling bergantian menerangkan dan menjawab tentang tema debat kemarin. Kalau kata Erick Tohir ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf itu strategi timnya.

Mungkin yang dilupakan tim Jokowi-Ma'ruf bahwa dengan memberikan seseorang waktu untuk berbicara bisa memberikan penonton(saya) gambaran terkait dengan pemikirannya atau gagasannya ya ngga? Apalagi lawannya "idola emak-emak dan pemilih milenial" yang jauh terlihat lebih muda. Harapannya sih Pak Ma'ruf bisa menunjukkan pengalamannya yang banyak itu. Tapi ya sudahlah.....

Selain tentang iritnya Pak Ma'ruf berbicara ada lagi yang cukup mengejutkan(bagi saya). Yaitu tentang berubahnya arah serangan. Penyerang yang tadinya sebelum debat itu ada di oposisi sekarang berubah ke petahana. Mungkin karena isu-isu negatif terkait oposisi dianggap terlalu "fatal". Alasannya menurut saya dari debat kemarin isu tentang pelanggaran HAM dan afiliasi dengan orba masih kuat untuk jadi serangan utama bagi petahana. Padahal isu tersebut sudah sangat lama tapi masih tetap laris di kalangan publik.

Beberapa kali Pak Jokowi mengingatkan tentang beban masa lalu dan potongan diktator di statment-statmentnya yang itu semua jadi image oposisi. Ditambah Pak Jokowi menunjukkan muka yang ngeri tidak seperti biasanya ramah dan baik. Ya itu sih lagi-lagi analisa sekelibat mata saya dari live streaming YouTube, jangan diambil hati ini opini.

Tentang apresiasi kedua calon ya Jokowi-Ma'ruf memang agak bisa terlihat terkait teknis visi-misinya walaupun belum terlalu jelas dan kalau Prabowo-Sandi saya suka closing statementsnya bahwa dia mengatakan permasalahan yang terjadi di Indonesia selama akhir-akhir ini adalah karena elit-elit yang sebelumnya(padahal sebelum debat nyalahin kubu sebrang mulu) . Ya kita lihat lagi debat sesi dua semoga ngga di anggap tidak menarik oleh warganet dari survei poling Twitter KPU yang kemudian dihapus. Eh....

Komentar

Postingan Populer